8.030 hari yang menakjubkan!


8.030 hari yang lalu, gue menghirup udara untuk pertama kalinya. Suasana baru setelah alam rahim yang gue huni selama Sembilan bulan lamanya akhirnya gue tinggalin. Dunia baru, adaptasi baru dan harus menjalani sebuah ekosistem baru yang namanya kehidupan. Dan tepat tanggal 8 bulan Februari tahun 1991 ba’da Maghrib lahirlah gue, Hairul.

Kelahiran gue cukup menghebohkan dunia per-pondok cabe-an. Gimana nggak, gue lahir di dalam kamar yang sekarang gue tidurin. Yak, gue lahir dirumah tercinta gue ini. dan yang menghebohkan lainnya adalah gue lahir bukan kepala duluan, melainkan kaki duluan (di dunia gaul lebih dikenal dengan ‘sungsang’). Ternyata belum lengkap penderitaan gue, you know whaaatt?? Siapa yang mencoba mengeluarkan gue dari perut ibu gue?? Gue berhasil dikeluarkan oleh seorang wanita bernama Hj.Muni (alm) yang beliau belum pernah mengeluarkan bayi sebelumnya. Gue bener-bener ‘kelinci percobaannya’,
gue adalah bayi pertama yang dia coba keluarkan dari perut ibu gue, dan saat gue lahir dengan selamat meskipun sungsang beliau terkenal menjadi ‘dukun beranak’ di kampung gue. Fuuuuhh. Ehhh,,, belum berakhir sampai disitu aja ni, karena pengalaman pertama beliau dalam mengeluarkan bayi, alhasil tali pusar gue gak bisa dia potong. Karena emang hal ini pertama banget buat dia, alhasil gue menggantung diatas perut ibu gue dengan tali pusar gue masih belum dipotong. Saat keadaan semakin panik, muncullah ide untuk memanggil seseorang mahasiswi yang sedang kost di daerah rumah gue (dia sedang kuliah di akademi perbidanan) dan konon ia belum pernah praktek langsung dengan ‘objek asli’ melainkan baru saja praktek-praktek menggunakan ‘boneka’ atau alat peraga lainnya. Dan tahukah anda apa yang dilakukan oleh seorang mahasiswi akbid yang belum lulus dan belum pernah praktik langsung kepada objek manusia? Dia memotong tali pusar gue sambil membawa MODUL KULIAHNYA! Yak! Dia motong puser gue sambil membaca teori di buku pegangan ditangannya. Bayangkaannn??? Tapiiii, Alhamdulillah, tali pusar gue pun sukses dipotong dan sekarang, mahasiswi kost itu sudah menjadi BIDAN di kampung gue dan sudah punya rumah juga di deket rumah gue. Luar biasaa, kelahiran gue mencetak bakat-bakat dua wanita yang terpendam. Bagai Indonesia idol, X-Factor, atau pencarian bakat lain, kelahiran gue adalah pencarian bakat ‘DUKUN BERANAK’ dan ‘BIDAN’.

Tapi, terus terang, gue banyak berucap terima kasih kepada Uwa Hj. Muni (beliau adalah neneknya ibu gue, meninggal pada saat gue tingkat 1 di IPB diusia 110-an tahun). Terima kasih uwa, terima kasih semua kebaikan uwa. Semoga uwa bersama orang yang di rahmati Allah. Aamiin… terima kasih juga buat Ibu bidan, semangat menjadi bidan terus yak, Bu. Hehehe. Terima kasih buat modul kuliahnya, untung ibu gak salah baca waktu itu. hehehehe :D
--------

22 tahun yang udah gue lalui ini terus terang banyak banget hal yang pastinya buat gue makin dewasa dalam menjalani hidup. Semua halangan, ujian dan cobaan yang ngebuat gue sampe seperti sekarang ini harus gue lewatin dengan bijak pastinya. Dari mulai merasakan ‘cukup’nya hidup, pertentangan pendidikan, persahabatan bahkan percintaan juga ikut mewarnai 3.080 hari gue ini.
Gue gak mau cerita yang mellow aah saat ini, karena saat ini adalah hari dimana gue harusnya bersyukur masih diberi kemudahan dalam menjalani kehidupan. Gue mau certain yang bisa bikin gue tersenyum aja kalau nanti gue baca tulisan ini lagi. Hehe :D

Pesan di group BB (AODP) atau BBM pribadi dari spesies AODP udah banyak beredar buat ngucapin di tanggal 7 Februari. H-1 udah ramee. Gue kaget, siapa yang menyebarkan gossip ini. ahahaa, dan ternyata Mba Evi yang pertama kali buat (karena dia pikir gue sama kayak adiknya yg ultah tgl 7, lupa katany). Alhasil gue pun mengklarifikasinya, emang sarap semuanya, hahaha

Dan esok hari, tepat tanggal 8 baru deh banyaakk banget yang kasih doa. Sampe tangan ini cape membalas pesan-pesan yang dikirim di twitter, fb, BBM, sms, whatsap, line, dan semua medsos lain. Ehehe *gayaaa benerrr*

Aduh, gue bingung mau nulis apaa. Pokoknya mah sayah mau ngucapin terima kasih buat kedua orang tua, kakak, saudara, temen dan semua pihak yang namanya tidak saya sebutkan satu persatu.
Satu lagi, terus terang, gue masih menunggu ucapan dari seseorang yang penting buat gue. Seseorang yang pernah menaruh ‘sesuatu’ di hati gue ini. meski ucapan tak kau kirimkan, saya berharap, doa darimu selalu menyertai perjalananku. Terima kasih buat ‘pelajaran’ yang luar biasa. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang selalu dilindungi Allah. Aamin :D

Selamat ulang tahun, Hai. Semoga 22 membuatmu lebih dari yang semua orang lain harapkan :D



Komentar

Postingan Populer