Menghitung Mundur...
kadang...
hidup itu aneh.
kadang...
hidup itu kejam.
kadang hidup itu tidak adil.
Menjelekkan kepada kita yang selalu baik.
Menyalahkan kepada kita yang selalu benar.
Melemahkan kepada kita yang selalu kuat.
Apakah benar, baik, kuat itu selalu cukup umtuk menghadapi kehidupan?
Dengan lantang ku jawab. Tidak.
Hidup bisa kapan saja menjerumuskan kita saat kita oleng.
Bisa kapan saja menjatuhkan kita saat kita lengah.
Kadang kita harus pintar.
Pintar untuk melakukan sedikit 'kecurangan' yang tepat dan benar.
Bukan untuk menjadi curang.
Tapi hanya untuk sekedar memastikan bahwa kita dapat untuk terus bertahan.
Dan selalu kuat dalam menghadapi problema kehidupan.
(Adit Prasetyo, 2013)
sepuluh bulan memang bukan waktu yang singkat,
namun juga bukan waktu yang lama untuk sebuah perkenalan.
saat perpisahan kembali datang,
saat itu pula tangis dan airmata kembali meradang,
saat perpisahan hanya tinggal menghitung mundur,
saat itu pula semangat dan silaturrahmi tak boleh kendur.
Enam bulan, Lima bulan, Empat bulan,
waktu masih terasa lama berjalan...
Tiga bulan, dua bulan, satu bulan,
waktu seperti cepat berjalan..
saat semua hanya menghitung minggu bahkan hari?
saat itu jua hati tak ingin lari,
bukan pada tempat ini, bukan pada sekelempok kesibukan ini,
hati tak ingin lari pada sahabat sejati..
sahabat yang selalu ada dihati.
selamat tinggal dua puluh tiga, Evi, Toro, Eva, Lesly, Wenny, Iyan, Gerar, Valent, Tanti, Tatum,
terima kasih untuk persahabatan yang luar biasa, persahabatan yang akan selalu ada dicatatan hidup ini.
selamat tinggal 042, Mba Sari, Pak Maulana, Pak freddy, Pak Jimmy, Ibu Debby,
terima kasih untuk bimbingan dan arahan yang luar biasa.
selamat tinggal 031, Mba Ade, Mba Reni, Mba Henny, Pak Santo, Jefry,
terima kasih untuk kekeluargaan yang tak mengenal perbedaan, persahabatan yang tak mempermasalahkan kedudukan, dan bimbingan yang penuh keikhlasan.
saya tak pernah menyesal karena mengenal kalian, kalian luar biasa!
CINERE I'm In LOVE
selamat tinggal 197, Mba Riri, Mba Diana, Pak Togi, Pak Parjo, Pak Ujang, Pak Agus, Pak Azid,
terima kasih untuk kesediaan, keterbukaan, dan kekeluargaan.
meski waktu mempertemukan kita hanya sesaat,
meski goresan khilaf membuat saya berada disini,
rasa syukur dan terima kasih tak kelak saya lupakan.
terima kasih..
sampai jumpa di pintu kesuksesan!
selalu ada 'capai' di PENCAPAIAN.
jangan lelah berjuang kawan!
hidup terlalu singkat jika hanya dilalui dengan tangisan.
apalagi hanya pasrah tanpa perlawanan.
kita tidak sendirian,
selalu ada sahabat setia dan kawan-kawan.
(Reza Sulaiman, 2013)
hidup itu aneh.
kadang...
hidup itu kejam.
kadang hidup itu tidak adil.
Menjelekkan kepada kita yang selalu baik.
Menyalahkan kepada kita yang selalu benar.
Melemahkan kepada kita yang selalu kuat.
Apakah benar, baik, kuat itu selalu cukup umtuk menghadapi kehidupan?
Dengan lantang ku jawab. Tidak.
Hidup bisa kapan saja menjerumuskan kita saat kita oleng.
Bisa kapan saja menjatuhkan kita saat kita lengah.
Kadang kita harus pintar.
Pintar untuk melakukan sedikit 'kecurangan' yang tepat dan benar.
Bukan untuk menjadi curang.
Tapi hanya untuk sekedar memastikan bahwa kita dapat untuk terus bertahan.
Dan selalu kuat dalam menghadapi problema kehidupan.
(Adit Prasetyo, 2013)
sepuluh bulan memang bukan waktu yang singkat,
namun juga bukan waktu yang lama untuk sebuah perkenalan.
saat perpisahan kembali datang,
saat itu pula tangis dan airmata kembali meradang,
saat perpisahan hanya tinggal menghitung mundur,
saat itu pula semangat dan silaturrahmi tak boleh kendur.
Enam bulan, Lima bulan, Empat bulan,
waktu masih terasa lama berjalan...
Tiga bulan, dua bulan, satu bulan,
waktu seperti cepat berjalan..
saat semua hanya menghitung minggu bahkan hari?
saat itu jua hati tak ingin lari,
bukan pada tempat ini, bukan pada sekelempok kesibukan ini,
hati tak ingin lari pada sahabat sejati..
sahabat yang selalu ada dihati.
selamat tinggal dua puluh tiga, Evi, Toro, Eva, Lesly, Wenny, Iyan, Gerar, Valent, Tanti, Tatum,
terima kasih untuk persahabatan yang luar biasa, persahabatan yang akan selalu ada dicatatan hidup ini.
selamat tinggal 042, Mba Sari, Pak Maulana, Pak freddy, Pak Jimmy, Ibu Debby,
terima kasih untuk bimbingan dan arahan yang luar biasa.
selamat tinggal 031, Mba Ade, Mba Reni, Mba Henny, Pak Santo, Jefry,
terima kasih untuk kekeluargaan yang tak mengenal perbedaan, persahabatan yang tak mempermasalahkan kedudukan, dan bimbingan yang penuh keikhlasan.
saya tak pernah menyesal karena mengenal kalian, kalian luar biasa!
CINERE I'm In LOVE
selamat tinggal 197, Mba Riri, Mba Diana, Pak Togi, Pak Parjo, Pak Ujang, Pak Agus, Pak Azid,
terima kasih untuk kesediaan, keterbukaan, dan kekeluargaan.
meski waktu mempertemukan kita hanya sesaat,
meski goresan khilaf membuat saya berada disini,
rasa syukur dan terima kasih tak kelak saya lupakan.
terima kasih..
sampai jumpa di pintu kesuksesan!
selalu ada 'capai' di PENCAPAIAN.
jangan lelah berjuang kawan!
hidup terlalu singkat jika hanya dilalui dengan tangisan.
apalagi hanya pasrah tanpa perlawanan.
kita tidak sendirian,
selalu ada sahabat setia dan kawan-kawan.
(Reza Sulaiman, 2013)


Komentar
Posting Komentar