'Sin 90 derajat' tahun yang lalu,,



        Gak kerasa hari ini, 4 juli 2013. Sin 90 derajat tahun yang lalu, tepat dimana gue wisuda. Ya! 4 juli 2012 lalu, sin 90 derajat = 1, 1 tahun yang lalu merasakan yang namanya Wisuda. Perjalanan panjang yang gak mudah buat ngedapetin hari itu. Gak sedikit dan banyak juga perjuangan, pemikiran dan harapan untuk menuju upacara itu.
        Udah ah melownya, untuk sekarang gue pengen mengenang hari upacara tersebut dengan menceritakan beberapa perjuangan menuju sana.
      Semester delapan. Akrab disapa mahasiswa dengan sebutan “TINGKAT AKHIR”. Tingkat dimana selangkah lagi kita mencapai tujuan. Tingkat dimana undakan-undakan sebelumnya yang telah kita lewatin menjadi penghantar ke tingkat ini. Namun,
tingkat akhir pula yang konon beritanya selalu tidak mengenakkan. Dan itu harus terjadi atau lebih tepatnya, Gue adalah ‘KORBAN’ yang tak akan mengelak. Ya, gue berada di undakan akhir ini, yang tinggal selangkah lagi gue mencapai tujuan.
      Gue pengen lulus secepatnya, gue pun gak banyak babibu dan leyeh-leyeh lagi. Karena topik emang udah gue siapin dari semester 6 dan pernah ikut kompetisi pembuatan proposal skripsi, alhasil itu ngebantu banget buat gue. Setelah pemilihan dosen pembimbing skripsi, gue langsung bolak-balik ke tempat favorit gue (ini Cuma berlaku saat semeseter 8 aja) yaitu: PERPUS LSI, tempat yang asik banget buat nge-net (eh, nyusun maksudnya). Meski kebanyakan download lagu dan film lebih merajai hari-hari gue, tapi cari data juga sesekali gue kunjungi kok, hehe :D. Setelah LSI, tempat favorit lainnya (juga HANYA di semester 8) adalah BPS (Badan Pusat Statistik), kayaknya, BPS pada saat itu tempat yang amat mengasyikkan buat kaula muda ditingkat akhir untuk kongkow-kongkow mencari sesuap data demi mencukupi kebutuhan akan pangan dan papan perskripsian gue. Dan tempat lain yang ini juga jadi tempat favorit gue (naaahhh, ini bukan hanya disemester akhir aja, tempat ini gue emang suka banget! Adem!) dia adalah ALHURRIYYAH atau disingkat ‘ALHUR’. Ini adalah masjid kampus gue, tempatnya adem luar biasa, nyaman dan banyak akhwat berkeliaran #eh. Hahaha, nggak kok, intinya Alhur emang tempat yang enak dan tenang banget buat ngerjain skripsi. Tempat-tempat diatas adalah tempat yang Recommended banget buat mahasiswa tingkat senja. Meski banyak juga siih yang lebih nyaman ngerjain di kosan, dirumah sendiri, atau dimana aja yang penting bareng orang terkasih *gagal fokus* :D

Perpustakaan LSI IPB

Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta

Masjid Al-Hurriyah IPB

         Fase pengambilan data emang fase yang rada rumit, belum kalo data yang kita mau gak ada, belum data yang kita mau ada tapi gak lengkap, atau malah data yang udah kita punya, lengkap eh pas mau diolah malah PHP alias pemberi harapan pupuslah sudah. Ya, fase ini atau yang kerap kita sapa dengan ‘ngolah data’. Bakalan emosi, bakalan setres tingkat alhur kalo data yang kita punya banyak yang gak signifikan, atau datanya jelek kalo kata orang-orang. Dan bakalan mengurangi nafsu makan kalo data yang kita punya ternyata kebanyakan data ‘sampah’ (boong deng, nafsu gue terhadap makanan masih tetap memuncak) hahaha :D
        Ceritanya, ngolah data udah beres dan ‘cukup baik’ untuk kita presentasikan ke lembar-lembar A4 yang tak berdosa. Dan saat semua beres, dosen pembimbing sudah menyetujui untuk di ‘luncurkan’, gue beserta satu dari temen bimbingan akhirnya mengadakan ‘konferensi pers’ a.k.a ‘SEMINAR HASIL’ tanggal 19 Maret 2012. Beeuuuhhh seneng dan takut datang bersamaan dalam hidup ini #tsaaah.

olahan data Panel dengan Eviews

       Singkat cerita seminar udah beres, revisi sana-sini ini-itu kerap gue lakuin. Demi mencapai sebuah kesempurnaan untuk ditunjukkan ke ‘juru pengeksekusian’, dan tanggal eksekusi ditetapkan serta ‘hakim’ sekalian. Dan, 3 April 2012, hari bersejarah dalam  hidup gue, ditemani teman satu bimbingan yang juga dihari yang sama, ditemani dosen pembimbing, dan dosen penguji yang ternyata kita mendapatkan IBU PROFESOR sebagai penguji utama kita! Kembang kepis nyali ini seperti akan menembak wanita yang kita cintai *ini gagal fokus lagi*.
      Beberapa jam didalam ruangan, membahas skripsi gue, menjawab semua pertanyaan yang malah berujung ‘gosip’ diantara 3 ibu dosen penguji gue, akhirnya, kata “KAMU LULUS!!” adalah kata-kata yang paling ditunggu setelah kata “Ya, Aku mau jadi Pacar kamu!” hahahaha. Alhamdulillaaahhh GUE LULUSSSS. Sujud syukur dan ribuan terima kasih buat semua pihak pokoknya :)
         Pasca sidang, gue gak berhenti atau berdiam diri dulu. Perbaikan demi perbaikan gue kerjain demi memburu SKL dan NOMER WISUDA yang konon akan segera habis. Gue punya prinsip yang ini yang ngebuat gue se semangat ini. Gue bakal tiap hari buka laptop, dan gue harus nulis meski beberapa kata dan kalimat buat skripsi gue ini, dan meski esok kata atau kalimat tersebut akan ada yang dihapus. Karena kalo sehari aja gue absen nengokin skripsi gue, rasa malaaaass akan menghampiri. Fuufufu! Alhasil, perjuangan gue ini membuahkan ‘sesuatu’! SKL dan NOMER Wisuda sudah di tangan, dan 4 juli 2012, sin 90 derajat tahun yang lalu, TOGA itu gue kenakan :)

"Satu malam satu lembar saja! Diam dan mulailah membaca serta menuliskannya!!.  Bukankah janjimu ingin jadi SARJANA? Janganlah membuat mereka meneteskan air mata!!. Bukankah harapan mereka tidak mengada-ngada? Hanya ingin melihat kamu menjadi SARJANA!! Baju toga itu, mengeringkan semua keringat mereka, menghapus air mata mereka, membayar semua pengorbanan mereka, Ingat..! Bukan emas dan permata sebagai bentuk balas jasa, hanya kata - kata sederhana, SARJANA saja!!
Lupakah kau waktu mereka mengantarmu ke kota? ke kampusmu? mereka pulang lalu bercerita kepada siapa saja bahwa anak mereka sekarang kuliah dan menjadi calon SARJANA!!!
Banggakan mereka!! Sulit, susah, berat dan masih banyak lagi alasan yang lain. Namun coba mengingatnya kembali. Mungkin saat ini mereka berharap kau adalah orang yang akan merubah garis hidup keluarga. Meskipun Tuhan lah sang maha perubah segala sesuatu.    Tapi apakah salah, jika mereka mengharapkan anaknya yang akan menjadi SARJANA!!?? Untuk sedikit merubah keadaan, setidaknya merubah aura wajah mereka untuk tetap tersenyum.
Ya ibu, Bapak. Aku akan berjuang untuk itu semua. Doakan selalu anakmu ini. Air matamu mungkin penyegar ketika malas menghampiri, doamu mungkin penenang ketika gelisah hati ini melanda diri. Dan senyummu mungkin adalah penyemangat ketika aku jatuh dan harus bangkit…
Terimakasih ibu, Bapak, atas air mata, doa, dan senyuman kalian untukku yang akan membawa SARJANA untuk kalian".

akhirnya, wisudaaa yeeaayy :)

bersama Ibu, Bapak, Kakak dan keponakan :)



 

Komentar

Postingan Populer