CCCLXV - Catatan Harian Pengajar Muda (26)
Hari ke-CCXXXII, 01
Februari 2015. Minggu, pukul 18.27 Wita
Saat
ini, aku sedang berada di dalam kapal yang masih berada di dermaga Pulau Kawio.
Berangkat menuju Tahuna dengan hati yang senang.
1. Putra
sudah sembuh dari sakit yang sudah ia alami 2 hari. Ia ikut mengantarku ke
pelabuhan. Dan seperti biasa, “Cepat balik, ya, engku.”
2. Sudah
berada di bulan baru. Ini adalah ‘bulanku’.
3. Akan
bertemu dengan teman-teman sepenempatanku yang meski aneh dan ajaib, mereka
selalu menjadi pemicu rinduku.
Sampai
jumpa, Tahuna!
***
Hari ke-CCXXXIII,
02 Februari 2015. Senin, pukul 11.55 Wita
Alhamdulillah,
subuh tadi kapal bersandar di dermaga Tahuna. Perjalanan lama tidak terasa
karena cuaca sedikit teduh.
Tiba
di Tahuna sudah melakukan hal yang produktif bersama teman-teman.
Acara
FAS kami sudah semakin dekat.
Meski
perselisihan pendapat saat proses menuju hari-H, kami tetap menikmati semua proses
ini.
“Kalian
masih semangaaatt????” teriak Bara saat kami rapat di kontrakan.
“Siap,
86!” jawab kami berbarengan –tidak semuanya, sih- tapi bolehlah.
***
Hari ke-CCXXXIV, 03
Februari 2015. Selasa, pukul 20.45 Wita
Tampak
matahari tidak mau berbagi sinarnya dengan kami.
Hujan
seharian ini membuat kami hanya rapat di kontrakan. Sebenarnya, bukan rapat
resmi seperti biasa. Ini hanya sebagai curahan hati kami saja. Tapi sedikit
dibuat serius.
Sampai
saat ini, keuangan FAS masih belum jelas juntrungannya akan seperti apa. Apakah
akan dibiayai dari Pemda atau tidak. Yang jelas, relawan masih terus semangat
bekerja tanpa henti. Itu sudah cukup membuat kami tetap semangat.
Kali
ini, selimut-selimut tebal sudah melindungi kami di kamarnya masing-masing.
Udara yang dingin, listrik yang baru saja padam, membuat curahan hati
dihentikan. Selanjutya, kami sibuk mendengarkan suara musik yang dibarengi
dengan jangkrik dari hutan sebelah rumah.
Selamat
tidur!
***
Hari ke-CCXXXV, 04
Februari 2015. Rabu, pukul 21.00 Wita
Baru
saja kaki-kaki ini menginjakkan pelataran rumah setelah sejak siang kami
keluar. Hari ini ada rapat bersama relawan untuk mempersiapkan rapat bersama
Dikpora besok.
Semoga
rapat pertemuan antara masyarakat yang tergabung dalam relawan dengan
pemerintah besok berjalan dengan lancar.
Selamat
malam, daijou!
***
Hari ke-CCXXXVI, 05
Februari 2015. Kamis, pukul 21.02 Wita
Tak
berbeda jauh dengan kemarin, kami baru tiba di kontrakan hampir larut.
Kali
ini, rapat berjalan penuh ketegangan. Relawan sudah berani bersuara
menyampaikan kekecewaannya kepada pemerintah. Pemerintah pun entah berpikir
seperti apa, mereka menganggap semua relawan mengurusi ini semua.
Sedikit
berita baiknya, adalah, pemerintah sudah mengemukakan di depan semua panitia,
baik dari relawan atau dari kedinasan, bahwa semua biaya FAS akan ditanggung
dari anggaran Pemda.
Semoga
saja.
Iya,
semoga saja semuanya benar adanya.
***
Hari ke-CCXXXVII,
06 Februari 2015. Jumat, pukul 22.00 Wita
Baru
sampai rumah lagi. Hari ini kami mencari rumah kontrakan untuk pengganti kami
nanti. Karena kontrakan yang kami tempati tidak bisa dilanjutkan. Pemiliknya
akan menempatinya kembali setelah kami selesai penugasan.
“Seandainya,
tempat tinggal kita di sini, ditanggung, ya?” celetuk Bara.
“Hemm...”
Mba Iir terlihat berpikir.
“Iya,
sih, harusnya begitu. Sehingga tidak perlu seperti kita tahun lalu waktu harus
cari rumah. Dan sekarang kita sibuk cari rumah lagi.” sambung Revi.
“Biar,
jo. Kita mandiri berarti. PM.
Penghuni Mandiri.”
“Iya.
PM. Pencari Madani,”
“PM.
Penggugat Muda.”
“PM.
Penjomblo Masal. Sekian.”
Hening.
***
Hari ke-CCXXXVIII,
07 Februari 2015. Sabtu, pukul 19.44 Wita
Teman-teman
sudah mulai kembali ke pulaunya masing-masing. Kapalku belum datang, seperti
biasa, akan di-PHP-in lagi.
(Bersambung...)

Komentar
Posting Komentar